Site Overlay

Upacara Ruwatan Buang Sial dan Rangkaian Acaranya

ruwatan weton

Upacara Ruwatan Buang Sial dan Rangkaian Acaranya – Ruwatan merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Ruwatan bertujuan untuk membuang sial atau menyelamatkan seseorang dari gangguan tertentu. Gangguan ini dapat berupa kesialan atau rejeki yang sulit didapatkan. Selain itu, dalam tradisi di Jawa, ruwatan juga dilakukan agar terhindar dari Batara Kala.

Batara Kala atau Betoro Kolo merupakan sosok raksasa menyeramkan yang memangsa manusia dengan kriteria tertentu. Konon kriteria manusia yang akan dimangsa oleh Batara Kala yaitu seseorang yang ciri kelahiran tertentu. Selain itu, ruwatan juga dipercaya dapat membuang semua hal buruk dalam diri seseorang. Sebelum melakukan prosesi ini, terdapat rangkaian acara yang harus dilakukan, yaitu sebagai berikut.

Laku Tarak

Upacara ruwatan buang sial dimulai dengan laku tarak. Laku tarak merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta ruwat dengan cara tidak memakan makanan yang dilarang. Jenis-jenis makanan yang biasanya dilarang saat laku tarak antara lain ikan, daging, dan telur dalam jangka waktu selama 7 hari menjelang acara ruwat.

Kegiatan Menjelang Ruwatan

Sebelum berangkat menuju ke tempat acara ruwatan, seorang yang akan diruwat harus melakukan serangkaian kegiatan di rumah, antara lain siram jamas. Siram jamas merupakan mandi keramas yang harus dilakukan sebelum seseorang diruwat. Setelah melakukan siram jamas, seseorang yang akan diruwat harus melakukan sungkem atau berjongkok mencium lutut orangtua.

Saat melakukan sungkem, seseorang yang akan menjalani upacara ruwatan buang sial akan meminta maaf dan memohon doa restu kepada kedua orangtua atau wali. Dalam kegiatan sungkeman, seseorang juga harus melakukan sungkem kepada kakek, nenek, paman, dan bibi apabila masih ada.

Setelah sungkeman selesai dilakukan, peserta ruwat akan berangkat menuju tempat ruwat dengan diiringi keluarganya. Dalam pelaksanaan ruwatan, orangtua atau wali peserta dianjurkan mengenakan pakaian adat Jawa atau mengenakan busana yang bersih dan sopan. dalam berpakaian, seseorang yang akan menjalani ruwat harus mengenakan busana ruwat, yaitu baju lengan panjang warna putih dengan celana warna bebas.

Serta tidak lupa untuk membalut bagian tubuh dengan kain mori berukuran kurang lebih 2 meter dan menggunakan ikat pinggang dari kain mori untuk lelaki dewasa. Sedangkan untuk perempuan dewasa, maka harus mengenakan kebaya berwarna putih dengan bawahan kain mori berukuran kurang lebih 2 meter, serta ikat pinggang dari kain mori.

Terakhir yaitu busana ruwatan anak-anak yaitu baju lengan panjang berwarna putih dengan bawahan kain mori yang dipakai seperti memakai sarung. Sedangkan pada bagian dalam baju peserta yang belum dewasa dapat menggunakan celana panjang atau pendek sebagai dalamannya.

Proses Ruwatan

Setelah semua persyaratan upacara ruwatan buang sial dilakukan dan peserta ruwat telah berada di sanggar ruwat, maka para peserta duduk berkumpul untuk mengikuti serangkaian acara. Acara ruwatan biasanya dimulai dengan pembukaan pagelaran wayang kulit. Dalam pagelaran ini, seorang Dalang akan menyelipkan nasehat dan mantra keselamatan kepada peserta ruwat.

Selanjutnya saat pertunjukan wayang selesai, maka peserta akan menjalani prosesi lainnya yaitu siraman air kembang setaman yang telah diberi mantra. Acara kedua yaitu para peserta ruwat akan melalui acara tigas rikma atau potong rambut. Kemudian dilanjut dengan acara lain hingga prosesi ruwatan selesai.

Dalam tradisi Jawa, upacara ruwatan buang sial dilakukan untuk mencegah hal buruk yang dapat terjadi pada peserta. Biasanya terdapat jenis kelahiran yang harus diruwat agar tidak dimangsa Batara Kala seperti kelahiran ontang-anting atau anak tunggal, pancuran kaapit sendang atau kelahiran tiga anak dengan anak lelaki yang berada di tengah, dan lain sebagainya.

.

Penjelasan lebih lengkap mengenai Ruwatan Sengkala baca di sini – KLIK DI SINI

Konsultasi Serius tentang Masalah Anda dengan Pakarnya Ki Sabrang Alam, Silahkan hubungi kontak di bawah ini :

081 226 888 103 ( WA / Telpon / SMS )

Author: Ki Sabrang Alam

Ki Sabrang Alam lahir dengan nama Asli Feri Fadly dikenal sebagai seseorang yang mampu untuk keluar masuk ke alam ghaib dalam waktu seketika. Tanpa perlu ritual ataupun bertapa. Keahlian yang unik ini merupakan bakat bawaan sedari lahir yang di berikan oleh Tuhan kepadanya. Oleh karena itulah di lingkungan sekitarnya, Kang Feri sering diminta untuk memimpin ritual ruwatan, menangani rumah yang berhantu, mengobati orang kesambet ( ketempelan jin) dan juga mengatasi kesurupan. Profil selengkapnya bisa Anda baca di website official Ki Sabrang Alam. Klik di Sini - www.KiSabrangAlam.com