Site Overlay

Ruwatan Wage Pahing, Perlukah Dilaksanakan?

ruwatan wage pahing

Dalam tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Jawa, ada istilah adat yang dikenal bernama Ruwat. Apakah Anda tahu? Ruwat adalah semacam ritual yang dianggap jika dilakukan mampu menjauhkan manusia dari berbagai potensi mara bahaya. Salah satu Ruwat yang terkenal adalah Ruwatan Wage Pahing.

Ruwat sendiri sebenarnya dapat dilakukan kategorisasi pada tiga golongan besar kegiatannya. Yakni ruwat untuk kepentingan dan tujuan diri sendiri, untuk lingkungan, serta untuk wilayah. Masing-masing kategori tersebut, berbeda cara pelaksanaanya. Termasuk cara Ruwatan Wage Pahing.

Hakikat Ruwatan Wage Pahing

Ruwatan Wage Pahing adalah Ruwatan yang muncul dan perlu dilakukan manakala ada sepasang kekasih dengan weton wage dan weton pahing yang hendak melangsungkan pernikahan. Pasalnya, dalam adat Jawa, pernikahan itu adalah terlarang karena dapat menimbulkan bahaya.

Sebagaimana diketahui, dalam penanggalan Jawa ada yang disebut dengan weton. Weton merupakan hari kelahiran manusia yang didasarkan pada penanggalan Jawa. Penanggalan ini memiliki konsep tersendiri dan berbeda tentunya jika dibandingkan penanggalan Masehi atau Hijriyah yang lebih dikenal.

Weton sendiri terdiri dari istilah dino atau hari serta pasaran. Menariknya, penanggalan semacam ini memiliki sifat baku dan telah ada sejak ratusan tahun lalu. Bersamaan dengan munculnya kebudayaan Jawa.

Nah, dalam kebudayaan Jawa, orang yang memiliki Weton Wage dan Weton Pahing, dilarang untuk bersatu dalam ikatan pernikahan.

Ada keyakinan dalam tradisi tersebut, jika ada pasangan yang nekat menikah dengan kedua weton tersebut, rumahnya tangga akan terus dihinggapi kesialan, percekcokan, bahkan tak bertahan lama akan bercerai.

Sebenarnya, ada alasan yang lebih lanjut mengenai Weton Wage dan Weton Pahing tidak boleh menikah. Yakni soal watak keduanya yang dianggap tidak mungkin mengalami yang namanya kecocokan.

Dalam pandangan masyarakat adat Jawa, orang yang memiliki Weton Wage dan Pahing adalah orang-orang dengan watak keras kepala. Sikapnya ngeyel dan tidak mau merendah apalagi mengalah. Maka dari itu, dikhawatirkan sikap yang sama-sama keras ini membahayakan rumah tangga.

Tak heran jika akhirnya banyak orang-orang yang masih kental memegang adat Jawa, sangat memperhatikan masalah weton ini. Bahkan, dengan penuh keseriusan.

Perpaduan antara keteguhan adat dan rasa khawatir terhadap nasib pernikahan anak-anaknya, kerap kali mendorong mereka mewanti-wanti agar anaknya tidak melakukan pernikahan yang menggabungkan Wage dan Pahing.

Mengapa Ruwatan Wage Pahing Dilakukan?

Meski sudah dilarang, kerapkali anak-anak itu tetap konsisten dengan pendiriannya. Apalagi, jika sang anak sudah tidak percaya dengan hal semacam itu. Maklum saja, dunia yang semakin modern telah membuka wawasan anak untuk menemukan informasi pembanding.

Banyak hal baru yang didapat anak untuk menilai apakah pandangan adat itu benar atau hanya mitos belaka. Akses mereka terhadap pandangan agama, psikologi, dan ilmu-ilmu seputar pernikahan, menjadikan mereka tak peduli dengan kepercayaan seputar Weton.

Pada akhirnya, tak sedikit pasangan yang maju terus membulatkan tekad untuk menikah meski memiliki kombinasi weton yang terlarang. Orang tua yang melunak ada yang akhirnya mengizinkan.

Namun, untuk menerapkan keyakinan adatnya, dalam meminimalisir anggapan resiko, Orang tua menganggap perlu melakukan Ruwatan terlebih dahulu. Sebagai bentuk penjagaan supaya langgeng dan tidak sial katanya. Inilah penyebab ruwatan wage pahing.

Bagaimana Pendapat Anda?

Indonesia memang memiliki akar budaya yang beragam. Sejarah berbagai kepercayaan, keyakinan, dan agama memberikan jejak bagi kehidupan masyarakatnya hingga saat ini. Termasuk tradisi Ruwatan.

Namun, arus kebaruan dan kemajuan informasi serta teknologi lama-lama bisa mengungkap berbagai kebenaran soal anggapan yang ada dalam tradisi semacam Ruwatan Wage Pahing. Sehingga menjadi wajar jika dari sebagian Anda berbeda pandangan. Ada yang percaya dan ada yang sebaliknya. Bagaimana dengan Anda?

.

Konsultasi Serius tentang Masalah Anda dengan Pakarnya Ki Sabrang Alam, Silahkan hubungi kontak di bawah ini :

081 226 888 103 ( WA / Telpon / SMS )

Author: Ki Sabrang Alam

Ki Sabrang Alam lahir dengan nama Asli Feri Fadly dikenal sebagai seseorang yang mampu untuk keluar masuk ke alam ghaib dalam waktu seketika. Tanpa perlu ritual ataupun bertapa. Keahlian yang unik ini merupakan bakat bawaan sedari lahir yang di berikan oleh Tuhan kepadanya. Oleh karena itulah di lingkungan sekitarnya, Kang Feri sering diminta untuk memimpin ritual ruwatan, menangani rumah yang berhantu, mengobati orang kesambet ( ketempelan jin) dan juga mengatasi kesurupan. Profil selengkapnya bisa Anda baca di website official Ki Sabrang Alam. Klik di Sini - www.KiSabrangAlam.com