Site Overlay

Fakta Upacara Ruwatan yang Katanya bisa untuk Buang Sial

upacara ruwatan buang sial

Salam dari Saya Ki Sabrang Alam Pakar Mistik Nusantara.

Apa kabar ? Semoga Anda selalu dala keadaan baik, sehat selalu dan apa yang menjadi hajad atau keinginan Anda segera di kabulkan dan di dekatkan oleh Tuhan YME. Amin

Pada tulisan kali ini Saya membahas mengenai fakta ruwatan sengkala yang katanya bisa untuk buang sial.

Seperti yang diketahui bahwa Indonesia memiliki banyak sekali budaya di dalamnya termasuk beberapa upacara yang dipercaya bisa memberikan suatu keuntungan bagi yang melaksanakannya. Salah satunya adalah upacara ruwatan yang dinilai masyarakat sekitar bisa untuk membuang sial yang melekat pada diri seseorang.

Untuk upacara ruwatan ini sendiri merupakan sebuah upacara yang berasal turun temurun dari tanah Jawa dan prosesinya tidak boleh main-main, sehingga hanya bisa dilakukan oleh orang terpilih. Berikut ini akan dijelaskan dengan lengkap upacara ruwatan buang sial dimulai dari prosesi hingga manfaatnya.

Apa Itu Upacara Ruwatan

Ruwat atau ruwatan merupakan sebuah upacara maupun ritual dari masyarakat Jawa yang dipercayai mampu untuk mensucikan seseorang yang dianggap perlu untuk mendapatkan sebuah penyucian. Banyak yang mengatakan bahwa upacara ini dilakukan untuk orang yang berada dalam dosa atau bahasa lainnya nandang sukerta.

Secara istilah meruwat ini memiliki makna mengatasi atau menghindari sesuatu hal yang sifatnya seperti kesusahan batin dengan cara melaksanakan sebuah ritual maupun upacara. Umumnya ritual ruatan atau ruwatan ini menggunakan sebuah media, dan media yang digunakan adalah wayang kulit.

Hal ini berhubungan dengan kata ruwat yang berasal dari istilah ngaruati yang memiliki arti menjaga Dewa Batara dari kesialan. Upacara ini biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa ketika hidupnya ditimpa kesialan.

Prosesi Upacara Ruwatan

Untuk prosesi upacara yang satu ini seperti dikatakan sebelumnya harus dilakukan oleh orang tertentu atau orang pilihan yang memang dianggap mampu untuk memimpin jalannya sebuah prosesi. Ada beberapa prosesi yang harus dilakukan untuk bisa menjalani upacara ini diantaranya.

Menyiapkan Alat Musik

Seperti yang diketahui bahwa media yang digunakan dalam acara ini adalah wayang kulit dan untuk menggunakan wayang kulit ini harus diiringi oleh musik. Oleh karena itu siapkanlah beberapa alat musik untuk melakukan upacara ini seperti gamelan, dan beberapa alat musik jawa lainnya. Jangan lupakan juga alat melakukan pertunjukan wayang seperti kain putih, dan lampu minyak.

Menyiapkan Sesajen

Sama dengan upacara atau ritual lainnya, maka upacara yang satu ini juga memerlukan sebuah sesajen yang harus dipersiapkan untuk melakukan upacaranya. Beberapa sesajen yang harus disiapkan diantaranya sesajen tuwuhan (tumbuhan), batu arangg (api), kain mori sekitar 3 meter,gawangan kelir, aneka makanan, dan masih banyak lagi.

Orang-Orang Bersiap

Selanjutnya ketika semua bahan untuk melakukan upacar ini sudah siap, maka selanjutnya adalah orang-orang yang ingin diruat berkumpul dan bersiap. Nantinya orang-orang ini harus duduk rapi selama melakukan prosesi ruwatan sengkolo dan tidak boleh berisik atau melakukan aktivitas lain.

Prosesi Dilakukan

Setelahnya orang yang bertugas untuk memimpin akan mulai melaksanakan tugasnya untuk memulai prosesi dari ritual yang satu ini. Ada beberapa prosesi yang harus dilakukan seperti memotong beberapa helai rambut, melakukan prosesi siraman, dan dibacakannya beberapa petuah dari pemimpin upacara yang berwenang.

Siapa Saja yang Harus Menjalani Upacara Ruwatan

Tidak semua orang harus melakukan upacara ini, namun ada beberapa orang yang dinilai membawa sukerta sejak lahir. Hal ini didasarkan pada kepercayaan orang jawa, dan beberapa orang tersebut diantaranya.

  • Anak tunggal (ontang-anting)
  • Tiga anak dengan anak tengahnya adalah anak perempuan (sendang kapit pancuran)
  • Dua anak dan semuanya laki-laki (uger-uger lawang)
  • Tiga anak dan anak tengahnya adalah seorang anak laki-laki (Pancuran kapit sendang)
  • Dua anak dan semuanya perempuan (kembang sepasang)
  • Dua anak dan sepasang yakni laki-laki dan perempuan (kendhana kendhini)
  • Lima anak dan semuanya laki-laki (pandhawa)
  • Lima anak dan semuanya perempuan (mancalaputri)

Selain itu juga ada beberapa anak yang perlu diruwat berkaitan dengan kondisinya saat lahir seperti waktu lahirnya.

Makna Melakukan Upacara Ruwatan

Melakukan upacara ruwatan memiliki banyak sekali makna seperti membuang sial, dan juga menjauhkan manusia dari marabahaya. Bisa juga untuk membebaskan seseorang dari dosa ataupun membuang malapetaka yang ada di dalam dirinya.

Karena maknanya yang begitu luas, maka untuk melakukan cara ruwatan sengkolo ini tidak bisa secara sembarangan. Sebab ini berkaitan juga dengan kepercayaan dari masyarakat dan juga adat yang sudah ada sejak turun temurun dan masih dipegang oleh Masyrakat Jawa bahkan hingga kini.

Konsultasi Serius dengan Pakarnya Ki Sabrang Alam, Silahkan hubungi kontak di bawah ini :

081 226 888 103 ( WA / Telpon / SMS )