Site Overlay

Apa Itu Ruwatan Sengkala ?

apa itu ruwatan sengkolo

Memang, sebagai penduduk Indonesia, kita tentu tidak asing lagi dengan istilah ruwatan. Terutama Anda yang berada di pulau Jawa, tentu sudah paham mengenai ruwatan. Ruwatan merupakan bagian dari adat istiadat masyarakat Jawa. Ruwatan sering kali di gunakan sebagai sarana atau ritual untuk membuang sial atau menjauhkan diri dari mara bahaya.

Apa itu Ruwatan ?

Ruwatan Adalah sebuah Tradisi Jawa yang berupa ritual, ritual ruwatan digunakan sebagai sarana pembebasan dan penyucian, atas dosa/kesalahannya yang bisa mengakibatkan kesialan di dalam hidupnya. Pada dasarnya, ruwatan merupakan cara yang di lakukan untuk melepaskan diri ataupun lingkungan dari pengaruh energi negatif yang sering menimbulkan sengkala (kesialan).

Hingga kini, upacara/ritual ruwatan masih di gunakan oleh Masyarakat Jawa. Dalam masyarakat Jawa, upacara ruwatan ini di lakukan dengan berbagai macam upacara yang perlu di jalani. Ritual ruwatan dilakukan dengan mengadakan pertujukan wayang kulit dengan tema Murwakala. Hal tersebut dimaksudkan untuk pembebasan diri yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali.

Untuk pagelaran wayang kulit dengan tema Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut :

  • Alat musik jawa (Gamelan)
  • Wayang kulit satu kotak (komplit)
  • Kelir atau layar kain
  • Blencong atau lampu dari minyak

Selain memerlukan peralatan untuk pagelaran wayang kulit, Anda juga memerlukan sesajen berupa:

  • Tuwuhan (persembahan) yang terdiri dari pisang raja setandan, cengkir gading (kelapa muda), pohon tebu dengan daunnya, daun beringin, daun elo, daun dadap serep, daun apa-apa, daun alang-alang, daun meja, daun kara, dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan.
  • Api (batu arang) yang akan dipergunakan sang Dalang selama pertunjukan.
  • Kain mori putih, kurang lebih panjangnya 3 meter, direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang, sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih.
  • Bermacam-macam nasi. Nasi uduk, nasi kuning yang di lengkapi dengan serundeng dan lain sebagainya.
  • Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah, putih, jenang baro-baro (aneka bubur).
  • Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja, jambu, salak, sirih yang diberi uang, gula jawa, kelapa, makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah, kemenyan bunga, air yang ditempatkan pada cupu, jarum dan benang hitam-putih, kaca kecil, kendi yang berisi air.
  • Sepasang ayam jawa, serta bebek sepasang.
  • Sesajen, antara lain : rujak ditempatkan pada bumbung, rujak bebeg, bambu gading lima ros. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng, dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus, sambel gepeng, ikan sungai/laut dimasak tanpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka sang Dalang.

Selesai upacara ngruwat, bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau , kedelai hitam, ikan asin, kluwak, kemiri, telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan.

Memang, upacara ruwatan di atas adalah ritual ruwatan yang semua sesajen serta langkahnya telah sesuai dengan adat istiadat Jawa jaman dahulu. Oleh karena itu, Ki Sabrang Alam memberikan ruwatan sengkala yang jauh lebih mudah di lakukan.

Dengan melakukan ruwatan, kehidupan Anda akan menjadi lebih baik di bandingkan sebelumnya. Lebih dekat dengan kesuksesan, lebih beruntung dalam segala urusan, mudah mendapatkan jodoh, mengharmoniskan hubungan rumah tangga Anda, serta membuka peluang menuju kesuksesan dalam hidup.

Hubungi kami pada Kontak di bawah ini :

081 226 888 103 ( WA / Telpon / SMS )